Merasa Kalah
Apa aku sedang kalah saat ini.
Aku malu pada diriku dengan seragam putih abu-abu yang hidup dengan banyak impian.
Aku ragu pada diriku dengan seragam putih abu-abu yang hidupnya punya mimpi tapi tidak terarah.
Aku takut bertemu diriku yang sedang asik mengitari perpustakaan kampus, ada yang harus dia kerjakan atau dia hanya tengah kabur dari sebuah situasi yang sungguh tidak nyaman pada saat itu.
Aku kesal pada diriku yang tak berusaha lebih dan malah asik dengan rasa dimasa lalu yang tak nyata.
Aku ingin duduk dan berbincang dengan diriku yang tengah terbuai dengan dunia yang saat itu terlihat indah dan terasa nyaman.
Aku berharap bisa ingatkan diriku, belum saatnya untuk berleha-leha, kau masih harus berusaha lebih, kau masih harus berjalan lebih jauh lagi, kau harus mencoba banyak hal.
Ah, kenapa kau mudah sekali terbuai dan merasa puas.
Aku ingin bilang pada diriku yang selalu sibuk berimajinasi, sadarlah, lihatlah kenyataan dan hiduplah dikenyataan yang sedang ada padamu.
Aku ingin sekali bilang pada diriku, hatimu kosong, kau coba tuk membuatnya penuh, hatimu haus, lagi-lagi kau coba tuk membuatnya penuh, hatimu hampa, kau cari cara lagi, agar hatimu terasa penuh, utuh dan hangat. Tapi, hatimu tetaplah kosong. Kau tidak pernah penuh.
Aku ingin sekali bilang kediriku untuk berhenti, berhenti mengejar pengakuan, berhenti mengharapkan pujian, berhenti menghauskan kasih dan perhatian, berhenti mengejar apa yang tidak pernah kau dapatkan dirumah. Sudah cukup. Kau hanya membuat dirimu semakin lelah dan kosong.
Aku ingin bilang kediriku, bahwa dia harus jadi orang pertama yang menerima dirinya, dia harus jadi orang pertama yang mengakui, memuji, mengasihi dan memperhatikan dirinya sendiri.
Untuk diriku, mari kita maafkan dan ikhlaskan semua yang sudah terjadi 29 tahun ini dihidup kita. Kita maafkan setiap perkataan dan perbuatan yang tidak mengenakkan yang selama ini menghambat kita untuk bertumbuh. Mari kita melangkah untuk keluar dari kekalahan ini.
Untuk diriku, mari kita hadapi kenyataannya, mari kita berusaha lebih, mari kita belajar untuk hidup dengan apa adanya, mari tidak membandingkan hidup kita, mari belajar untuk mensyukuri dan menyayangi hidup yang kita punya.
Untuk diriku dimasa yang akan datang. Kamu apa kabarnya? Semoga lebih damai ya. Sekarang berapa usiamu. Semoga Blog ini tidak menjadi Blog ke-3 yang kamu hapus.
Semoga kamu sudah hidup lebih baik. :)
Komentar
Posting Komentar