Healing Me Inside di Yogya

Aku mau cerita bahwa ini satu kesempatan dan kenangan yang indah yang bisa ku jalani dengan temanku. Teman satu SMA ku dulu.

Entah bagaimana dulu ide itu terlintas, aku mengajak kedua temanku ini untuk melakukan perjalanan bersama ke Yogya. "Semoga bukan hanya wacana" kataku kala itu. Tentunya dengan proses menabung terlebuh dahulu. Bagianku menyimpan tabungan, bagian temanku yang satunya mengatur perjalanan dan tempat tinggal dan temanku yang satunya bagian yang lain-lain :P

Kalau diingat-ingat, seru sekali kala itu. Kami buat grup di wa namanya "Healing Me Inside" yang ingin sekali ku jadikan logo untuk baju suatu saat nanti. Kami juga rapat kecil-kecilan melalui vc wa. Karena lokasi kami yang berjauhan, ada yang di Medan, Jakarta dan Cikarang. Untungnya teman kami yang di Medan mau keluar uang lebih untuk beli tiket pesawat dari Medan ke Jakarta.

Kami putuskan untuk berangkat menggunakan Kereta dari Stasiun Gambir kala itu. Berangkat malam dan akan sampai Pagi hari di Yogya, langsung sarapan Gudeg kata temanku.

Oh iya, kami berangkat di bulan Juli tahun 2022. Setelah covid sudah cukup mereda dan tidak perlu antigen saat melakukan perjalanan jika sudah divaksin. Tapi tetap saja kami menggunakan masker untuk jaga-jaga. Soalnya cutinya udah panjang cuii, jangan ditambahin lagi karena covid atuh. 

Mungkin yang agak merepotkan kala itu karena kami berpindah penginapan setiap harinya. Takut ketemu tempat yang kurang nyaman dan terlanjur dipesan untuk beberapa hari. Jadi setiap hari setelah selasai jalan, kami akan cari penginapan untuk keesokan harinya. Untungnya kami ketemu Bapak Grab yang baik kala itu. Kami booking untuk perjalanan ke Pantai dan dia dengan sabarnya mengantar kami dari penginapan A ke penginapan B.

Hal lain yang menyenangkan dari perjalanan ini adalah tidak diburu-buru. Maksudnya kita tidak buru-buru ketika disuatu tempat agar tidak melewatkan destinasi yang lain. Jadi benar-benar santai dan menikmati suasananya. Kami juga bertemu dengan salah satu teman kami ketika di Prambanan, kebetulan teman kami ini tinggal di dekat Prambanan. 

Ada cerita lucu saat hari pertama kami sampai di Yogya, karena sampai disana pagi dan kami belum bisa check in jadi kami hanya menitipkan koper di  resepsionis tempat kami akan meninap di hari pertama. Dengan kondisi kucel karena belum mandi, kami jalan kaki ke tempat gudeg yang cukup terkenal juga didekat situ. Setelah sarapan kami mampir ke Pasar Beringharjo, jadi udah beli oleh-oleh di hari pertama. Kami juga beli daster yang warnanya serupa dan topi dengan motif yang hampir sama disana. 

Selesai mengitari Pasar Beringharjo kami putuskan untuk makan siang. Tugas temanku yang satunya untuk mencari tempat makan yang hits dekat situ. Yang hits ya, jadi cukup jalan kaki saja. Kami duduk sebentar didepan Pasar tapi langsung dikerumuni oleh Bapak-Bapak tukang delman menawari untuk mengantarkan kami ke pusat oleh-oleh, tapi kali ini makanan gaes. Yakali di Yogya masih lama udah beli Bakpia dkk, kalau baju okelah. wkwk

Setelah tempat makan ketemu, temanku yang satu set nama tempat makannya di Google Maps handphonenya sebagai petunjuk untuk kami. Dekat? Ya dekat. Lalu kami putuskan jalan kaki kembali, dengan jaket yang masih melekat ditubuh dan teriknya matahari Yogya kala itu. Masih pakai jaket atuh kan habis naik kereta dan belum check in, yang ditinggal hanya koper saja. Btw kami orang kampung dari dataran tinggi yang dimana dinginnya bukan main. Tapi masah tetap kalah sama AC. Gatau gimana mba-mba yang waktu itu duduk depan kami pakai kaos yang minim itu. Bukan nge-judge ya, cuma bertanya-tanya apa dia ga kedinginan. Kami udah pakai jaket, celana panjang dan selendang pengganti selimut pun tetap kedinginan. Tapi tetap perjalanan yang menyenangkan untuk dikenang.

Kembali ke perjalanan untuk makan siang. Setelah beberapan menit berlalu kami mulai bertanya-tanya kenapa kok ini ga sampai-sampai. Di cek kembali Maps nya, oh kami sesuai jalur kok. Tapi kok tempat makannya masih tidak terlihat. Selang beberapa waktu kemudian kami cek lagi. Dan...disitu diset untuk perjalanan menggunakan mobil. Jadi kami dibawa mutar gaissss, lewat jalur mobil. Padahal dekat sekali dari pasar kalau jalan kaki. Apa kami yang belum mandi, lapar, lelah dan kepanasan itu marah? Tentu tidak, itu malah jadi hiburan untuk kami. Ketawa habis gaisss. Sampai ditempat makan pun kami masih ketawa waktu bahas itu lagi.

Perjalanan ini benar-benar healing untuk kala itu. Terasa tenang, berkumpul bersama temanku yang selalu membawa energi positif untukku. Dan ada malam saat kami sedang makan di Malioboro, percakapan kami sangat deep kala itu. Seperti sedang melakukan malam inagurasi. 

Oh iya, kami juga mampir ke tempat Gelato yang hits kala itu. Aku pesan yang rasanya paling banyak digemari dan ternyata zonk. Itu ga cocok untukku. Jadi gais, cocok buat orang lain belum tentu cocok juga dikita ya. Mending pesan rasa yang memang kita suka daripada ga dimakan juga nantinya kan sayang atuh.

Ehh ada satu hal lagi yang teringat yang juga lucu dan memalukan. :D 

Jadi kami sedang di salah satu mall kala itu. Sepertinya mall yang di jalan Malioboro. Sepertinya kami sedang bingung hendak makan malam apa kala itu. Setelah sekian banyak pertimbangan kami putuskan untuk makan disalah satu tempat makan yang ada di mall itu. Kami sudah masuk kedalam, sudah duduk dan sudah lihat-lihat menu. Tapi entah kenapa kala itu. Kami seperti menginginkan yang lain. Jadi satu temanku yang memang cuek super duper cuek itu bilang yaudah kita pergi aja. Pergi katanya gaes padahal udah duduk didalam lho. Tapi ya tidak ada yang berani menentang perempuan batak satu itu. Jadilah kami pergi gais, temanku yang satu dengan cueknya, temanku yang satu dengan cengar-cengirnya dan aku yang lumayan malu kala itu. Tapi tetap menyenangkan untuk dikenang.

Tapi beneran gais, ke Yogya di hari biasa (bukan di hari libur panjang) itu menyenangkan. Karena tidak terlalu ramai. Aku berulang kali bilang, "duduk-duduk di Malioboro aja pun sudah menyenangkan". Hampir setiap hari selama di Yogya kami pasti mampir di Malioboro, makan di sana dan nyobain Gelato yang disana juga.

Orang-orang yang kami jumpai juga ramah. Suatu kali ada Ibu-ibu menawarkan minuman saat kami di Malioboro. Tapi aku tidak membelinya kala itu. Saat itu kami sedang makan sate dan ketemu lagi sama Ibu yang tadi menawarkan minuman. Katanya tusuk satenya jangan dibuang ditempat sampah ya, balikin ketempat dimana tadi kalian membelinya. Baik sekali bukan mau mengingatkan kami dengan keramahannya.

Yang pasti tidak lupa berkoyo-koyo dimalamnya gais, karena semenyenangkan itu jalan kaki kesana kemari dan semelelahkan itu juga pada akhirnya. Jadi, koyo menjadi penyelamat kami kala itu.

So,

Terima kasih untuk teman-temanku yang sudah bersedia melakukan perjalanan ini bersama. Semoga ada kali lain untuk kita. Setelah jadi emak-emak mungkin? Mungkinlah ya, semoga kita diberikan kesehatan dan umur yang panjang juga rejeki yang lancar. Amin.

Sekian dulu gaiss. 




Happy kan kami :-)

Menjelang tiba di Yogya
Oleh-oleh Part 1, tapi Part yang lain ga ada fotonya sih :D

Topi kembaran gaiss, belum dibayar tapi udah dipoto duluan ^_^
Ingat teman Batakku yang cuek itu, dia selalu poto makanan kami katanya dia mau edit nanti. 
Dulu lagi hits video makanan pakai lagu Rizky F yang "makan...makan...makan"
Tapi sampai detik ini video itu tak juga ada. Yaudahlah ya, gak terdebat juga soalnya. wkwk
Naik Trans Jogja ke Prambanan. Kalau ga salah dulu tiketnya Rp.3.000/orang untuk sekali jalan.




Ketika di Prambanan ketemu teman kami yang tinggal didekat situ. 
Temu kangen setelah lama ga ketemu. 
Btw untuk menghindari tarif becak kala itu.
Kami naik motor teman kami dari halte Trans Jogja ke dekat pintu masuk Prambanan.
Tarik tiga dua kali perjalanan dan lawan arah.
Jangan ditiru ya gais. Tapi pulangnya kami naik becak kok. :D
Foto candid abang ini yang bikin foto setelahnya ada.
Pande kali memang abang ini yaa.

Ini hanya salah satu dari banyaknya pilihan gaiss.
Ini juga gais waktu di pantai. 
Harus tegaslah Bendahara kalau ga semua mau diminta orang ini.
Bagus-bagus memang hasilnya btw :D
Ini Gelato ku yang zonk gaiss.
Namanya pun nyoba ya kan, pasti ada kemungkinan tidak berhasil.
Ingat, cocok diorang lain belum tentu cocok dikita.
Bukannya bilang Gelatonya ga enak ya, ada rasa tertentu yang ga cocok diakunya.
Tapi yang lain enak kok. Beneran. :)

Ini tempat kami ngomong deep gais.
Besoknya masih makan disini lagi.
Tiada hari tanpa Malioboro pokoknya.

Daster kembaran.

Buku juga samaan. Entah mereka udah selesai baca atau belum.
Aku sih belum '_'


Koyo untuk kaki yang lelah melangkah.

Nanti kita buat kenangan baru ya.
Terima kasih untuk perjalanan yang indah dan menyenangkan.
Btw waktu di pantai kami selalu dipantau oleh Bapak Grab (aku lupa nama Bapak itu, kami kenal karena pesan Grabnya suatu kali dan ternyata bisa dibooking untuk satu hari perjalanan).
Bapak ini baik banget gaiss. 
Waktu sampai di pantai dia udah bilang jangan terlalu dekat karena ombak ga bisa diprediksi.
Tapi ya namanya si orang-orang kurang vit sea ini kegirangan kan.
Cuek ajalah dia.
Cusss ombak datang, untung Bapaknya sigap mengamankan tas kami.
Makasih ya Pak.
Sehat selalu yaa. :)


Bye Gaissss ^-^
















Komentar